Kapal Kecil yang Berjasa
Besar
gambar dari google |
Menurut konfrater saya, mereka itu preman. Mengangkat
barang dengan kasar kemudian meminta bayaran seenaknya saja. Kami memang tidak
membawa barang. Kami bisa menenteng sendiri tas ke kapal. Jalan menuju ke kapal
hanya berupa papan yang dipasang dari pembatas pelabuhan ke pintu kapal. Wah
papan ini sederhana tetapi cukup ampuh mengantar penumpang ke kapal. Pelabuhan
ini memang bukan pelabuhan layak dan resmi. Ini hanya pelabuhan sederhana jauh
dari layak.
Kami mencari kamar di kapal. Di tiket kami dapat kamar
nomor J3 dan 4. Kami dapat kamar itu kemudian menaruh tas di situ. Setelahnya,
kami bincang-bincang dengan penumpang lainnya di beranda dalam kapal. Ada
beberapa yang kenal dengan konfrater saya yang selama 6 tahun bekerja di
Siberut Selatan-Sikabaluan. Mereka bicang-bincang kadang-kadang pakai bahasa
Mentawai. Saya hanya mendengar sambil menyerap banyak informasi.
Pukul 16.00, kapal bergerak. Petugas kapal seperti ABK
dalam kapal besar mengecek tiket. Kapal ini hanya kapal kecil, dari kayu. Lebih
kecil dari kapal feri yang dikenal sebagai kapal antar-pulau. Kapal ini milik
swasta.
Kapal ini kecil tetapi cukup berjasa bagi orang-orang
Siberut. Ini satu-satunya kapal yang berlayar teratur ke Pulau di Sebelah Barat
kota Padang ini. Jangan heran jika penumpangnya banyak. Ada yang membawa barang
belanjaan, ada pula bule yang berkunjung ke Mentawai, ada yang penumpang biasa
seperti kami.
Sore hari, saya naik ke tempat tidur yang ada di kamar
karena kantuk. Jangan bayangkan kasur empuk dan tempat tidur lebar. Ukurannya hanya
selebar bahu orang dewasa. Mungkin kurang dari 1 meter dan panjang 2,5 meter.
Kasurnya juga tua dan kumal. Tidak pernah dijemur. Kata teman saya,
kadang-kadang ada kutu busuk di kasur ini. Inilah kamar sitimewa dalam kapal
ini. Sederhana dan jauh dari standar kapal besar tetapi paling diminati. Bayarannya
pun mahal. Kami
membayar masing-masing Rp. 125.000.
Karena
kapalnya oleng kecil-kecilan, saya pusing. Saya tidak bisa makan malam itu.
Konfrater saya bisa makan sedangkan saya tidur saja di tempat tidur. Sempat
duduk tapi tidak tahan pusing. Tidur sampai tiba di pelabuhan Siberut esok
paginya, pukul 3 pagi. Dalam perjalanan sampai tiba di Siberut hujan deras
terus mengguyur. (bersambung)
Siberut-Mentawai-Sumbar, 10/5/2013
Gordi
Sebelumnya:
Posting Komentar