TIGA KALI KE RS HEWAN PROF. SOEPARWI (3)
Tinggal Kenangannya Saja
![]() |
| foto oleh Pandumonium |
Pertanyaan
ini berkecamuk. Seolah-olah kami hanya memikirkan jawaban dari pertanyaan ini
dan tidak memikirkan canello yang sedang berbaring lemas di rumah sakit.
Pagi
ini (Jumat, 4 April 2013), sekitar pukul 8.30 pagi, saya menerima telepon dari
RSH. Perawat dari sana menelepon lewat telepon rumah kami. Saya sendiri yang
terima. Ada kabar bahwa Canello makin lemas. Tetapi, dokter dan krunya sedang
berusaha agar Canello bisa kuat dan pulih kembali.
Saya
tidak merasa cemas. Ini berarti bahwa ada usaha dari pihak RSH untuk kesembuhan
Canello. Tetapi akankah Canello sembuh? Pukul 10.30, ada telepon lagi. Kali ini
langsung di handphone saya. Saya kaget ada nomor baru, nomor rumah.
Saya
terima dan mendengar suara dari perawat RSH. Berita ini adalah kabar dukacita.
Ada kalimat yang membuat saya tak mau mengingatnya. “Turut berdukacita karena
Canello tidak bisa ditolong lagi. Canello sudah mati.”
Saya
sedih mendengarnya. Saya tutup telepon. Kami berencana untuk mengambilnya.
Pihak RSH menawarkan untuk diambil pukul 11 atau 12-an. Tetapi, saya tidak
bisa. Saya menjanjikan untuk mengambil pada sore hari.
Pukul
13.30, saya menjemput tamu di bandara. Tiba di rumah kembali sekitar pukul
14.30. saya istirahat sampai pukul 15.30.
Pukul
15.45, saya dan kedua teman saya mengambil Canello di RSH. Kami bertemu dokter
dan perawat di sana. pertama, kami mengurus administrasi Canello. Alangkah
terkejutnya saya dengan biaya perawatan Canello.
Kemarin
disepakati, biaya rawat inap selain makanan dan obat-obatan sehari-semalam Rp.
40.000. Saya membayar Rp. 200.000 kemarin. Rupanya uang itu hanya dikembalikan
Rp. 4.500. Biaya perawatan Canello yang kalau diperkirakan hanya makan 2 kali
(malam dan pagi), dan hidup selama lebih kurang 12 jam, menjadi Rp. 194.500.
Woao mustahil menurut pemikiran saya yang awam kesehatan.
Dalam
daftar tagihan, ada perinciannya. Hanya saja, saya tidak mengerti untuk
beberapa perincian yang biayanya antara Rp. 40.000-Rp. 60.000.
Ini
pelajaran berharga bagi saya. Lebih baik Canello dibiarkan mati di rumah
daripada dirawat beberapa jam saja di RSH dan biayanya mahal sekali. Saya
anggap perjuangan saya untuk keselamatan Canello sia-sia. Demikian juga dengan
biaya pengobatan pada hari pertama masuk RSH yang mencapai Rp. 72.500 ditambah
biaya rawat yang tidak sampai 24 jam (Rp. 194.500) menjadi sia-sia.
Saya
memastikan tidak akan membawa anjing kesayangan saya ke RSH ini. RSH ini memang
terkenal dengan kualitasnya menurut komentar beberapa orang yang kami tanya.
Mereka menjawab di sana bagus. Hanya saja biayanya yang melonjak seketika itu
yang saya tidak suka. Percuma mengeluh karena sudah ada perinciannya. Mungkin
RSH ini tidak cocok untuk hewan peliharaan saya. Terima kasih untuk para dokter
dan perawat yang sempat menangani Canello. Selamat jalan Canello. (habis)
PA,
8/4/13


