Halloween party ideas 2015

foto dari google
Malam kedua camping di Batu Tapak. Tidak ada lagi kehangatan saat tidur. Padahal selimut tebal bahkan springbad sudah melilit di seluruh badan. Apa sebabnya? 

Belum lagi terpal yang menjadi alas tidur basah. Duduk di atas alas yang hampir basah hingga permukaan. Di bawah terpal itu merembes air. Air dari mana di daerah gunung seperti ini?

Beginilah situasi malam kedua di tempat camping. Malam yang tidak bersahabat. Kami tidak bisa istirahat dengan nyenyak di tengah kedinginan itu. Bukan hanya dingin karena angin. Malam ini dingin itu muncul dari air hujan. Alas tidur pun basah.

Air itu turun melalui dinding kemah yang menyatu dengan atapnya. Pelan-pelan dia merembes ke seluruh daerah yang ditutup terpal. Tanah datar membuat air itu tergenang. Masih ada beberapa bagian kecil di tenda besar yang belum tersentuh air. Di situlah berdempetan beberapa teman. Mencari tempat yang nyaman untuk istirahat.

Jarum jam menunjukkan pukul 10 malam. Hujan belum reda. Beberapa teman menengok kondisi tenda. Merekalah yang menghuni empat tenda kecil. Di situ, air merembes juga. Tenda yang langit-langitnya berbentuk lancip. Dindingnya menyatu dengan atap. Jangan heran kalau air dari atas turun melalui dinding itu.

Meski demikian, kondisinya tidak separah di tenda besar. Di sini, alas tenda terbuat dari bahan seperti terpal. Alas ini merupakan bagian dari tenda. Jadi, tenda ini mempunyai ruang yang ditutupi bagian-bagian tenda yang menyatu.

Dari langit-langit, dinding, hingga alas. Di langit-langit pun ada dua bagian. Bagian dalam menyatu dengan bagian yang berhubungan langsung dengan dinding. Sedangkan, bagian luarnya terpisah. Biasanya, bagian luar ini digelar di atas langit-langit dalam. Dia dipasang setelah bagian lain terpasang semua.

Penghuni tenda rupanya pintar. Mereka hampir mengalahkan kekuatan air yang merembes di bawah alas tenda. Mereka menggelar satu terpal lagi di dalam tenda. Jadi, ada dua alas. Alas pertama adalah terpal yang terpisah dari bagian tenda. Dan alas kedua yang menyatu dengan tenda.

Itulah sebabnya, saya dan beberapa teman penghuni tenda bisa tidur nyenyak malam ini. Namun, tidak semua bagian alas tenda kering. Sebagian kecil masih bisa dirembesi genangan. Air ini memang kuat pengaruhnya. Menembusi dua terpal. Bagian besar yang kering itu menjadi penyelamat bagi kami. Air ini menjadi penghambat istirahat bagi sebagian peserta camping.

Kondisi ini tak menyurut kebahagiaan kami di tempat ini. Masih ada canda dan tawa ria setelah kesokan paginya bangun kesiangan. Ini memang bagian dari warna-warni kegiatan camping. Ini hanya satu malam saja. Belum tersaingi dengan pemulung yang tidur di emperen toko pada musim dingin di Eropa. Tuhan punya cara tersendiri untuk melindungi semua anaknya di dunia ini. (Bersambung...)

Cempaka Putih, 11 Juli 2011
Gordi Afri


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.