Halloween party ideas 2015


gambar, archive.kaskus.co.id
Malu Bertanya, Jalan Terus. Begitu komentar seorang mahasiswa baru di kota Yogyakarta. Ini tidak lazim. Orang sudah tahu pepatah, malu bertanya sesat di jalan. Memang demikianlah kenyataannya. Malu bertanya sesat di jalan. Dari mana lagi orang ini menciptakan pepatah baru ini? 

Malu bertanya, jalan terus. Ada benarnya juga. Tidak bertanya maka mau tak mau ikuti ssaja jalan yang ada. jadinya berjalan tanpa tujuan yang pasti. Tidak berhenti untuk bertanya. Tidak tahu juga arah yang mau dituju.

Tetapi kalau jalan terus gara-gara malu bertanya jadi aneh. Apakah itu hanya manuver supaya tidak dibilang tersesat? Apakah itu mau menampilkan bahwa dia percaya diri? Dia tahu jalan? Dia tidak perlu bertanya?

Mungkin juga demikian. Tetapi bagaimana pun dia mesti bertanya, mencari tahu kalau tidak tahu. Memang kelihatannya tidak terjadi apa-apa kalau berjalan terus. Tetapi kalau jalan tanpa tujuan yang pasti itu aneh. Kecuali kalau memang dia sekadar berjalan mengenal lingkungan. Itu bisa dilakukan tanpa arah yang pasti. Tetapi kalau jalan dengan membawa tujuan tertentu sebaiknya ikuti arah yang tepat.

Saya tetap yakin dengan pepatah, malu bertanya sesat di jalan. Mungkin saja dia bisa berjalan terus. Tetapi jalannya itu bisa menyimpang dari arah yang mau dicapai.

Ah…ini orang mau lucu. Menciptakan pepatah yang bikin terkeco. Malu bertanya jalan terus. Tetapi itulah yang dibuat oleh sekelompok kawan baru. Dengan berjalan terus mereka banyak tahu daerah baru. Tetapi tetap tidak bisa mengikuti arah yang ditentukan sebelumnya.


------------------------------------------
*dari postingan saya di kompasiana

PA, 5/9/2012

Gordi Afri

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.