Halloween party ideas 2015

FOTO, isole24ore.com
Kami masuk ke ruang tunggu. Ketiga teman kami rupanya sudah masuk. Koper-koper sudah dibawa semua. Saat kami berdua tiba, mereka sedang mengecek ruang check-in. Belum mulai check-in. Mereka membereskan koper-koper mereka. Beberapa koper diberi pengaman seperti plastik berlapis. Ini untuk menghindari pencuri membuka-buka koper-koper ini. Tidak mahal bayarnya. Hanya 10-15 euro. Bahkan ada yang 5 euro. Tergantung dari besarnya koper. Tentu kalau dirupiahkan jadi mahal. Tapi, untuk harga euro, jumlah ini terjangkau. Lebih baik habiskan 5-10 euro asal keamanan terjamin.

Kami menunggu di ruang tunggu. Saya membantu menjaga beberapa koper. Sambil menunggu, kami membuatkan beberapa foto kenagan di sini. Satu di antara kami, tidak kembali lagi ke Italia. Dia bekerja di Burundi-Afrika. Dua lagi kembali ke Italia. Mereka bekerja di Italia. Rupanya bukan kami saja yang berfoto. Banyak orang membuat foto di tempat ini. Sekadar kenangan. Bahkan, ada yang foto di dekat papan iklan bergambar artis terkenal.

Ketiga teman kami siap-siap untuk check-in. Rupanya waktu check-in cukup lama. Jauh sebelum keberangkatan. Dipastikan bahwa tidak ada yang terlambat seperti pelayanan di kantor check-in maskapi Lion Air di Indonesia. Di sini, jauh sebelum keberangkatan, semua penumpang sudah siap. Teman kami pun siap-siap menuju ruang tunggu bagian dalam. Kami berdua juga siap-siap untuk kembali. Kami bersalaman sebelum berpisah. Kami mengantar kedua teman kami yang ke Afrika lebih dulu. Kami berhenti tepat di pintu masuk ruang tunggu bagian dalam. Lalu, kami mengantar teman kami yang ke Meksiko. Kami pun bergegas kembali ke Parma.

Rupanya teman saya yang orang Desio ini mau singgah di rumahnya. Saya dengan senang hati mengikutinya. Dia memang sudah memberitahukan bahwa, kami akan makan malam di rumahnya. Dan, memang kami kembali dari Malpensa lalu ke rumahnya. Dalam perjalanan pulang inilah saya melihat sedikit kota Milan. Hanya beberapa bagiannya saja yang kami lewati. Tentu saya ingin melihat pusat kotanya. Juga bagian terkenalnya seperti gereja katedral yang katanya sebagai ikon kota Milan. Namun, lain kali saja. Kami lanjutkan perjalanan ke kota kecil, Desio atau tepatnya Briansolo. 

Kota ini adalah bagian dari kota Milan. Seperti bagian-bagian kecil, Pulo Mas, Cempaka Putih atau Pulo Gadung-nya Jakarta. Nah, Desio adalah bagian kecil dari Milan. Dan, Briansolo adalah bagian kecil di dalam kota Desio. Di situlah teman saya ini lahir dan bertumbuh. Seperti apakah sambutan keluarga teman saya ini? Menu apakah yang akan kami santap? Lanjut di cerita berikutnya.(bersambung)

Parma, 14/5/15
Gordi

Posting Komentar

  1. Baru pertamakali berkunjung ke blog Mas :)

    BalasHapus
  2. Mas Ryan M, terima kasih banyak sudah mampir,

    salam

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.